Kepada Komjen GM, Patut Dapat Diduga ANDA Sedang Kalap Menteror & Hendak Membunuh Kami

TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM DAN DIMUAT JUGA DI WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM  

 

Jakarta 29 April 2009 (KATAKAMI)  Kami dari REDAKSI KATAKAMI dengan ini menyampaikan pertanyaan kepada ANDA Saudara Gories Mere dan oknum kelompoknya, patutkah dapat diduga ANDA sekalian sedang agresif merusak SISTEM JARINGAN INTERNET dan melakukan semua cara yang siluman untuk menghambat tugas-tugas keredaksian KATAKAMI ?

Mau apa ANDA, hai GORIES MERE, sebab patut dapat diduga ANDA paling lama menteror dan merusak media kami, sejak interes pribadi ANDA kepada Pemimpin Redaksi KATAKAMI ditolak mentah-mentah dan semua dugaan pelanggaran hukum anda menjadi beking bandar narkoba MONAS terus disorot oleh KATAKAMI.

ANDA semakin kalap karena patut dapat diduga ANDA menjadi TIM SUKSES SBY dan patut dapat diduga ANDA melakukan kejahatan IT (Informasi Dan Teknologi) untuk memenangkan pihak tertentu.

ANDA tidak tahu malu, GORIES MERE, sebab patut dapat diduga karena ketakutan ditangkap dan diseret ke penjara karena meloloskan bandar narkoba MONAS yang terus kami beritakan, ANDA semakin kesetanan merusak situs kami tetapi sekaligus mengemis-ngemis perhatian secara kesetanan.

Kasihan ANDA itu, tidak tahu malu mengemis-ngemis perhatian dan patut dapat diduga ANDA tidak tahu diri hendak merusak keutuhan keluarga kami pasca ditolak mentah-mentah.

Patut dapat diduga, ANDA terus mengirim utusan untuk mengikuti kemanapun kami pergi guna melancarkan aksi siluman ANDA yang sangat kotor dan liar luar biasa.

Patut dapat diduga, ANDA panas hati dan kalap karena ternyata KATAKAMI dibaca di banyak negara, terutama pihak tertentu yang sangat berpengaruh.

Aduh, ampun, kasihani diri anda karena memang dimata kami ANDA itu tak ada harganya. Dan jangan paksa kami untuk mengeluarkan dan memuat RIBUAN sms ANDA yang isinya memang mengemis.

Jangan lupa, diantara RIBUAN SMS itu, ada SMS anda yang mengindikasikan ANDA adalah ANTI ISLAM. Awas, jangan main-main dan berpesta pora merusak SITUS kami. Memalukan, anda pikir anda sudah hebat ? Tidak seujung kukupun kami ingin menghargai ANDA karena patut dapat diduga ANDA memang banyak sekali melakukan pelanggaran hukum.

ANDA semua keterlaluan !

Patutkah dapat diduga, ANDA lupa bahwa ANDA digaji oleh UANG RAKYAT tetapi belakangan ini ANDA sekalian sudah sangat kalap menekan, menteror, melakukan intimidasi dan pelanggaran HAM terhadap kami.

Kami perlu bekerja.

Jangan rusak SISTEM jaringan kami hanya karena patut dapat diduga ANDA sekalian ketakutan kami menulis berbagai analisa politik yang bisa membuka berbagai kekurangan, kecurangan dan pelanggaram hukum yang ANDA lakukan atas nama pribadi atau INSTITUSI.

 

Terimakasih.

 

KATAKAMI

 

 

Jika Patut Dapat Diduga BHD Biang Kerok Utama Yang Memaksa POLRI Tidak Netral Demi SBY, Rakyat Indonesia Minta BHD Dicopot Agar Tidak Merusak POLRI !

 

 
 

 

Dimuat Di WWW.KATAKAMI.COM

 

Jakarta 27 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Ngomong-ngomong soal angka 73, tampaknya dalam rangka 100 hari pertama masa pemerintahanya maka angka 73 menjadi angka keberuntungan bagi Presiden Obama. Sebab berdasarkan survei, prosentase popularitasnya dalam 100 hari pertama ini adalah 73 persen yang berhasil diraih Obama.

Obama sudah pernah menyampaikan bahwa ia lebih ingin memerintah sebanyak 1 periode saja tetapi benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi rakyat AS.

Sementara kalau di Indonesia ini, angka 73 adalah angka keberuntungan bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab SBY adalah perwira militer Angkatan 1973. Itulah sebabnya keluar istilah guyon yang berbunyi AKBP yang kepanjangannya bukan Ajun Komisaris Besar Polisi. Tetapi Angkatan Bapak Presiden.

Angka 73 tampaknya menjadi angka keberuntungan bagi Presiden Obama karena prosentase popularitasnya dalam 100 hari pertama ini adalah 73 persen yang berhasil diraih Obama.

Obama sudah pernah menyampaikan bahwa ia lebih ingin memerintah sebanyak 1 periode saja tetapi benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi rakyat AS.

Sementara kalau di Indonesia ini, angka 73 adalah angka keberuntungan bagi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab SBY adalah perwira militer Angkatan 1973. Itulah sebabnya keluar istilah guyon yang berbunyi AKBP yang kepanjangannya bukan Ajun Komisaris Besar Polisi. Tetapi Angkatan Bapak Presiden.

 

Berbeda jauh dengan Obama, SBY sedang lagi negebet berat dan sangat berambisi untuk kembali melanjutkan kekuasaannya untuk masa periode yang keduanya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yaitu 2009-2014.

Ya, manusia diciptakan memang tak selalu sama.

Lain Obama, lain SBY. Apakah masa pemerintahan SBY selama 5 tahun terakhir ini sudah sangat berkualitas dan bermaanfaat besar bagi rakyat Indonesia secara keseluruhan ?

Kami malu menuliskannya disini secara jujur dan terbuka. Malu kepada Obama dan rakyat AS. Dan malu kepada para Capres lainnya, serta semua Partai Politik yang patut dapat diduga dicurangi disana sini dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif 2009.

Belum lagi, kondisi hidup rakyat Indonesia yang serba … titik … titik … titik … titik.

Tak usah kami yang menjabarkan secara rinci. Sudah begitu banyak tokoh politik dan para pakar yang mengkritisi bagaimana sebenarnya potret kehidupan di Indonesia ini.

Saat waktu terus berjalan dan Pemilihan Umum (Pemilu) Pilpres 2009 sudah didepan mata, kisruh kecurangan pada Pemilu Legislatif 2009 tetap jalan di tempat. Fakta yang sangat busuk dan buruk dimana ada 45 juta orang rakyat Indonesia yang TIDAK BISA MEMILIH, seakan mau ditiadakan.

Patut dapat diduga, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri seakan mau pasang badan mengamankan peluang kemenangan untuk pihak tertentu sehingga MABES POLRI belum apa-apa sudah menolak laporan tentang tindakan kecurangan yang disampaikan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Barangkali Kapolri BHD ini perlu diberitahu bahwa tidak ada seorangpun di INDONESIA ini yang bisa mengklaim bahwa dirinya adalah PENGUASA tunggal yang punya hak otoritas penuh atas profesionalisme dan kemandirian POLRI secara INSTITUSI.

Janganlah ada satu orangpun juga yang sok cerdas, sok hebat dan sok loyal kepada pihak penguasa sehingga akhirnya patut dapat diduga akan sangat tega mengorbankan anak buah dan INSTITUSI.

Padahal yang ingin dicapai adalah agar jabatan yang kini disandang, tidak dicopot atau diganti kepada Perwira Tinggi yang jauh lebih cakap.

Betapa malunya POLRI karena patut dapat diduga perilaku TIDAK NETRAL yang diakibatkan gaya kepemimpinan Bambang Hendarso Danuri ini, menjadi sorotan dan hujatan banyak pihak.

Seorang Jenderal Purnawirawan baru-baru ini berkomentar bahwa sangat disayangkan bila patut dapat diduga MABES POLRI mau dijadikan alat politik pihak tertentu.

Sekali duakali, mungkin masih tenang-tenang saja.

Tetapi jangan takabur bagi siapapun yang memiliki niat busuk untuk mengotori dan mengorbankan profesionalisme dan kemandirian POLRI.

Malu dong kalau sampai semua anak buah dan INSTITUSI dari pimpinan manapun, sengaja dikorbankan untuk memenuhi hasrat birahi berkuasa dari siapa saja yang punya niat tidak baik dan tidak tulus sebagai pimpinan.

Semoga saja, kami tidak salah ingat.

Semoga saja, kami belum pikun-pikun benar.

Beberapa tahun lalu, PERNAH TERJADI seorang Kapolri mendapatkan MOSI TIDAK PERCAYA dari para bawahannya karena KETIDAK-NETRALAN sang pimpinan.

Akankah itu terulang ?

Bisakah itu terulang ?

Sudah waktunyakah itu terulang ?

Maukah itu terulang ?

Jawabannya bukan ada pada hamparan rumput yang bergoyang tetapi pada seluruh ANGGOTA POLRI, sudah tertutupkah hati nurani yang paling dalam sehingga diam, membisu dan tak berbuat apa-apa saat patut dapat diduga ada PIMPINAN yang sengaja menyeret POLRI menjadi TIDAK NETRAL ?

Begitu besar cinta dan kebanggaan rakyat Indonesia kepada POLRI.

Begitu besar harapan dan kekaguman rakyat Indonesia kepada POLRI.

Jangan diamkan jika memang ada sesuatu yang kotor menyimpang dan sangat memalukan keharuman nama POLRI sebagai INSTITUSI yang profesional.

Jangan diamkan !

Ayo sadar, semua harus sadar, bahwa rakyat Indonesia membutuhkan POLRI sampai kapanpun juga. Bahkan sampai langit runtuh, POLRI tetap ada di hati rakyat Indonesia.

Jangan menjauh. Jangan biarkan ada yang sengaja menjauhkan.

Mari, mendekatlah dan berjalan bersama derap langkah rakyat Indonesia yang kelelahan menyaksikan lakon-lakon yang mirip binatang BUNGLON.

Berubah-rubah warna !

INSTITUSI POLRI bukan bunglon.

INSTITUSI POLRI bukan brutus (pengkhianat).

INSTITUSI POLRI adalah kebanggaan rakyat INDONESIA yang tak akan pernah bisa dipisahkan oleh kekuatan siapapun dan apapun untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan duniawi orang per orang.

Jadi, katakan saja TIDAK pada SBY & BHD jika patut dapat diduga MABES POLRI mau diseret-seret ke tengah gelombang samudera raya yang berisi genangan ombak ganas politik pratis dan arogansi kekuasaan.

Just say NO !

Say NO to NO.

NO, NO & NO

Dan kalau dulu ada lagu yang liriknya seperti ini, “Oh, Oh, Oh, Kembalikan Baliku Padaku”. Maka rakyat Indonesia secara keseluruhan pasti ingin mengganti sedikit saja lirik lagu ini agar lebih pas yaitu menjadi :

“Oh, Oh, Oh, Kembalikan POLRI-ku Pada-ku !!!”

Dan POLRI tidak kekurangan CALON PEMIMPIN yang jauh lebih kredibel, punya integritas dan kemampuan yang lebih baik. Diantaranya adalah Perwira Tinggi POLRI yang saat ini berbintang 3.

Komisaris Jenderal POLISI JUSUF MANGGABARANI (Angkatan 1975), yang saat ini menjabat sebagai IRWASUM POLRI.

Yang dikenal sangat lurus, sangat jujur, sangat bersih dan benar-benar profesional.

INDONESIA tidak memerlukan seorang Pimpinan POLRI yang patut dapat diduga kecenderungannya bersikap menjilat kepada kekuasaan dan tega mengorbankan seluruh anak buah, terutama tega mengorbankan nama baik dan kehormatan INSTITUSI POLRI.

Mengapa POLRI tidak menyadari ini ?

Mengapa seperti masyarakat awam yang patut dapat diduga sedang terjerat oleh kejahatan HIPNOTIS / DAYA MAGIS yang marak terjadi di tengah masyarakat INDONESIA.

Ayo, POLRI, mari bersama-sama rakyat INDONESIA.

Jangan biarkan POLRI semakin dipermalukan. Institusi lain sudah mencium bau tak sedap yaitu patut dapat diduga POLRI dipakai menjadi ALAT KEKUASAAN. Dan indikasi ini menjadi bahan tertawan dan sekaligus keprihatinan yang sangat dalam luar biasa.

 

(MS)

 

 

 

 

 

 

 

Hentikan Pembungkaman Dan Brutalisme Pengrusakan Media Massa, Stop The Violence !

 

 

Dimuat di WWW.REDAKSIKATAKAMI.WORDPRESS.COM

WWW.THEBLOGKATAKAMI.WORDPRESS.COM

WWW.BLOGSKATAKAMI.WORDPRESS.COM

Sementara saat ini Situs Utama kami

http://www.katakami.com

Patut dapat diduga kembali dirusak oleh sejumlah oknum di MABES POLRI, yaitu yang patut dapat diduga diperintah KAPOLRI BHD & KOMJEN GM. Serta patut dapat diduga terus menerus dirusak oleh oknum di Badan Intelijen Negara (BIN)

Dimana dengan sengaja, oknum pelaku pengrusakan ini sengaja mengunci sistem keredaksian kami agar tidak bisa diakses samasekali untuk memuat tulisan atau berita apapun.

Kami sangat mengecam keras brutalisme yang berkepanjangan ini dan lemahnya penegakan hukum di negara ini. Sebab, patut dapat diduga SITUS KATAKAMI menjadi ajang brutalisme oknum APARAT PENEGAK HUKUM & APARAT KEAMANAN di negeri ini.

Patut dapat diduga, POLISI-POLISI yang arogan semacam ini sudah tak pantas untuk diberi posisi dan jabatan.

Dan rasanya, hanya di INDONESIA inilah ada brutalisme sangat sadis yang patut dapat diduga dilakukan oleh DINAS INTELIJEN semacam BIN. Sebab kami sudah 4 bulan NON STOP diteror, ditekan, di intimidasi dan diperlakukan secara tidak adil sehingga melanggar hak-hak azasi manusia dalam diri kami sebagai warga negara.

Sebabnya lagi, karena memang tahu ada oknum tertentu yang patut dapat diduga terus merusak KATAKAMI maka sejumlah oknum di MABES POLRI juga ikut ambil bagian untuk diam diam memancing di air keruh.

Luar biasa !

Kami sudah terlalu muak dengan semua brutalisme ini !

 

KATAKAMI

 

 

Please Help

Please Help

 

DEAR FRIENDS,

WHEREEVER YOU ARE, 

WE SEND A MESSAGE TO :

MegawatiJusuf Kalla bertemu Megawati (Maret 2009) Wapres JK & Ibu Mufidah

Prabowo, Megawati & Wiranto (Foto : KOMPAS)wiranto dan prabowo

Subagyo_HSsutiyosoagum gumelar

Japto

Soetrisno Bachiradhie massardijajang c. noerratna sarumpaet

tokoh nasional

aicca logo-united nations

Pope-Benedict-XVI-Vaticanbolittle bo

ALL FRIENDS !

Let Us Tell You The Latest Situation :

Too Much Pressure For Me

UNDER PRESSURE, TOO MUCH PRESSURE !

UNDER PRESSURE, TOO MUCH PRESSURE !

 

1 a certainteed_logo_presidential_01domestic violence

Awas Operasi IntelijenSketsa

Stop_Police_Abuse

Stop Targetting The JournalistDont Kill !

dont silence the truthSO MANY BAD COPDSketsa Golf Mike

SketsaSketsa Golf Mike

Stop CYBER CRIME To Our Website And All The Blogs !STILL ARROUND CYBER CRIME

 

 

 

 

 

 

 

Patut Dapat Diduga Ada Permainan Intelijen Tingkat Tinggi Korea Utara & Iran Sengaja Menculik Sejumlah Wartawati Untuk Dituduh Sebagai MATA-MATA

 
TULISAN UTAMA DI WWW.KATAKAMI.COM

JAKARTA 24 APRIL 2009 (KATAKAMI)  Dari pemberitaan Radio Voice Of America (VOA) edisi hari Jumat (24/4/2009) ini dilaporkan bahwa 2 wartawati AS akan segera diadili di KOREA UTARA. Mari, kami ajak anda untuk menyimak pemberitaan dari Radio Voice Of America (VOA)  :

Media pemerintah di Korea Utara  mengatakan hari Jumat bahwa para penyelidik telah selesai menginterogasi dua wartawan Amerika yang ditahan dan akan mengenakan tuduhan resmi terhadap mereka.

Kantor berita resmi Korea Utara mengatakan keduanya akan diadili berdasarkan kejahatan mereka, tetapi tidak menjelaskan tuduhan tersebut.  Wartawan Euna Lee dan Laura Ling dari Current TV yang berbasis San Fransico, ditahan tanggal 17 Maret ketika melaporkan pengungsi Korea Utara di Tiongkok. Korea Utara telah menuduh mereka memasuki negara itu secara tidak syah.

Wartawan Tanpa Tapal-batas telah mengutuk pemerintah Korea Utara karena memperlakukan perempuan tersebut sebagai penjahat hanya karena melakukan pekerjaan mereka.

Sementara pada pekan lalu, dunia internasional memberitakan bahwa Wartawati AS lainnya yaitu ROXANA SABERI telah mendapatkan vonis 8 tahun penjara dari Pengadilan Iran atas tuduhan yang “sama persis” dengan KOREA UTARA yaitu dituduh menjadi MATA-MATA ASING.

Kami tidak berbicara mengenai negara asal dari masing-masing wartawati ini.

Kebetulan ketiganya memang bekerja untuk media AS. Yang kami ingin soroti adalah ada indikasi sejumlah PIMPINAN DUNIA saat ini patut dapat diduga sudah kehilangan rasionalitasnya sehingga dengan enak saja menangkapi dan menyeret WARTAWAN / WARTAWATI atas tuduhan sebagai agen intelijen.

Kami mengecam dengan sangat keras penangkapan itu, apalagi korbannya adalah perempuan.

Dimana rasionalitas Pemimpin Korea Utara KIM JONG IL dan Pemimpin di Iran yaitu Presiden Ahmadinejad ?

Dimana rasionalitas dari APARAT-APARAT KEAMANAN di kedua negara ini yaitu di KOREA UTARA & IRAN ?

Kami berbicara sebagai JURNALIS.

Dan kami ingin memberitahukan kepada KIM JONG IL dan AHMADINEJAD, JURNALIS adalah JURNALIS. Yang ada dalam hati, pikiran, tindakan, perkataan dan seluruh totalitas hidup seorang JURNALIS, adalah bekerja, bekerja dan bekerja.

Untuk apakah JURNALIS bekerja ?

Untuk memberikan informasi yang akurat, berimbang, cepat dalam penyampaian dan bermutu. Bagi semua media, pengiriman TIM REPORTER ke kawasan yang rawan atau sedang mendapat sorotan dunia internasional terkait isu-isu global adalah kebijakan yang strategis.

Media manapun akan sangat tegas untuk memerintahkan kepada para WARTAWAN mereka untuk bertugas di Iran misalnya.

Dan di Korea Utara. Tetapi karena akses di KOREA UTARA sangat tertutup, maka “seribu satu macam akal” dari para wartawan akan digunakan untuk bisa menembus sumber berita di Pyongyang.

Dimana rasionalitas dari sejumlah PEMIMPIN DUNIA ini jika ada kaum jender PEREMPUAN dituduh seenaknya sebagai MATA-MATA.

Tak ada penghormatan kepada perempuan yang bekerja di lapangan dengan penuh ejrih payah, pengorbanan dan semangat yang membanggakan.

Tak ada manusia yang sempurna sebab kesempurnaan itu adalah MILIK TUHAN.

Dan dalam agama apapun, akan selalu ada ajaran yang baik untuk menghormati sesama manusia (terutama menghormati perempuan). Alangkah teganya, menuduh WARTAWATI sebagai mata-mata !

Kami berbicara mengenai ROXANA SABERI, dimana saat ia tertangkap sebenarnya karena kedapatan membeli minuman beralkohol dan tidak memiliki identitas resmi sebagai WARTAWAN ketika diringkus.

Oke, apakah minuman beralkohol adalah IDENTIK dengan minuman dari kalangan DINAS INTELIJEN RAHASIA IRAN ?

Apakah di Iran, semua AGEN INTELIJEN mereka meminum minuman beralkohol sehingga siapa saja yang meminum minuman beralkohol akan dituding sebagai MATA-MATA ?

Sekali lagi, dimana letak rasionalitasnya ?

Lalu jika pada saat penangkapan, tidak ada kartu identitas resmi.

Ya, bisa saja ROXANA SABERI lalai membawa kartu identitasnya.

Berikan ia kesempatan untuk membuktikan bahwa ia memang seorang JURNALIS. Berikan kesempatan kepada media tempatnya bekerja untuk membuktikan bahwa ROXANA SABERI adalah wartawati yang mereka tugaskan untuk meliput di negara IRAN.

Kami sangat kecewa kepada Pemimpin Dunia sekaliber KIM JONG IL dan AHMADINEJAD.

Semua pihak di seluruh dunia sudah menyerukan agar wartawati-wartawati ini dilepaskan. Organisasi-organisasi PERS INTERNASIONAL sudah ramai-ramai menyerukan agar REKAN KAMI yang bernasib malang ini dilepaskan.

Mengapa, tak ada respon ?

Kami mempertanyakan dimana SUARA dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Sekjen PBB Ban Ki Moon biasanya akan selalu rajin memberikan komentar tentang hal-hal global, terutama jika negara ada yang mengalami musibah, bencana, dsb.

Kami perlu menyampaikan bahwa insiden penangkapan dan diseretnya sejumlah WARTAWATI ini ke muka hukum untuk tuduhan yang sangat menyakitkan hati seperti itu, sangat pantas untuk mendapatkan KEPEDULIAN & ATENSI KHUSUS dari Perserikatan Bangsa Bangsa.

Tolong, Sekjen PBB Ban Ki Moon berbicara kepada Korea Utara dan Iran !

Jangan hanya diam saja. Disini ada 3 nyawa manusia yang “tersandera dan terpasung” oleh arogansi yang patut dapat diduga dibungkus dengan label HUKUM.

Hati, pikiran dan seluruh kepedulian kami ada pada KETIGA WARTAWATI ini.

Semoga ketiga WARTAWATI ini jangan pernah berpikir bahwa wartawan lain didunia ini tak peduli. Sungguh kami peduli. Yang membuat kami heran adalah dimana kepedulian dari PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA ?

Hanya PBB yang akan didengar oleh KOREA UTARA & IRAN.

Didalam diri kami sebagai manusia, mengalir darah wartawan. WARTAWAN YANG INDENPENDEN !

Profesi kami adalah JURNALIS. Bukan AGEN RAHASIA atau MATA-MATA.

Kami, seluruh wartawan didunia ini, adalah kalangan yang menjalankan profesi dengan sepenuh hati dan tanggung-jawab yang penuh. Jangan tuduh KETIGA WARTAWATI ITU, jangan tuduh kami seluruh JURNALIS didunia ini sebagai AGEN RAHASIA atau MATA-MATA.

Jangan hilangkan rasionalitas yang wajib dimiliki dan dipertahankan di era kekinian.

Sekali lagi, hati – pikiran – dan seluruh kepedulian kami ada pada KETIGA JURNALIS yang tangguh dan berani menembus sumber pemberitaan ke daerah yang sangat rawan sekalipun sektor keamanannya.

Tolonglah mereka, dengan semua cara yang terbaik.

KIM JONG IL dan AHMADINEJAD harus melihat KETIGA JURNALIS ini sebagai sosok profesional yang berada di lokasi peliputan untuk menjalankan tugas kewartawanan.

Maaf, jika kami punya prasangka tersendiri yaitu patut dapat diduga antara KIM JONG IL & AHMADINEJAD memiliki sebuah kesepakatan yang terselubung untuk menjebak para wartawati ini agar dapat menyulitkan posisi AMERIKA SERIKAT.

Sungguh tidak masuk diakal, terutama pada permasalahan ROXANA SABERI.

 

Ia sudah bertahun-tahun bertugas di Iran. Dan foto saja terlihat jelas bahwa ia dekat dengan kalangan PEMIMPIN IRAN.

Ada apa dengan Presiden Ahmadinejad ?

Patutkah dapat diduga ada “persoalan pribadi” antara Presiden Ahmadinejad dengan ROXANA SABERI ?

Patutkah dapat diduga persoalan pribadi itu, misalnya ketersinggungan pada pemberitaan atau malah ada relasi kedekatan yang tampaknya sudah mulai tidak berimbang ?

Siapapun bisa berpraduga macam-macam tetapi kuat analisa dari sesama JURNALIS bahwa patut dapat diduga ada “SESUATU” dibalik proses peradilan di Korea Utara dan Iran.

Janganlah ada negara manapun didunia ini yang “MENYANDERA” kalangan JURNALIS dan patut dapat diduga semua muara dari misi tersebut adalah untuk mencapai kepentingan dari si negara yang menyandera kebebasan PERS dan kalangan JURNALIS.

Patut dapat diduga ada permainan intelijen ala KOREA UTARA & IRAN ini, yang sudah terlalu jauh dan salah kaprah sebab mengorbankan independensi dan totalitas profesi kewartawanan.

Patut dapat diduga ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM !

Membunuh kalangan JURNALIS tidak harus dengan menggunakan senjata, tetapi bisa dengan cara memfitnah, menyandera, menangkap dan menimpakan tuduhan yang tidak berdasar.

Lalu, sekali lagi, mengapa seorang BAN KI MOON sebagai Sekjen PBB hanya diam membeku dalam singgasana kursi jabatan yang sangat prestisius itu. Apakah profesi kewartawanan, bukan termasuk salah satu unsur yang wajib dihargai dan dibantu oleh negara manapun didunia ini ?

Arogansi kekuasaan itu ternyata ada dimana-mana !

 

Bahkan di Indonesia inipun, patut dapat diduga SEJUMLAH JENDERAL (baik purnawirawan TNI atau JENDERAL AKTIF di kalangan POLRI) melakukan teror, intimidasi, pelanggaran dan aksi pengrusakan terhadap SITUS KATAKAMI secara terus menerus tanpa henti hanya karena dugaan pelanggaran hukum mereka diberitakan.

Harusnya tidak ada yang tahu, akhirnya sekarang semua jadi tahu.

Harusnya “HUKUM” tak akan pernah bisa atau sudah lupa untuk memproses pelanggaran hukum mereka, sekarang mau tak mau semua pihak menyaksikan bahwa mereka memang harus diproses secara HUKUM yang riil.

Bahkan di Indonesia inipun, patut dapat diduga SEJUMLAH PERWIRA TINGGI yang mengais-ngais rezeki dari AMERIKA SERIKAT selama bertahun-tahun dengan menjadikan isu terorisme sebagai komoditi dagangan, terus semangat merusak hanya untuk mengemis perhatian dari kami karena sudah parahnya kebusukan yang membungkus nama mereka sebagai manusia.

Lalu ada yang karena patut dapat diduga kebusukan perselingkuhannya terkuak, juga ikut diam-diam memerintahkan anak buah untuk merusak KATAKAMI tetapi beraninya cuma di belakang layar agar kalau dihadapan publik terlihat bagaikan pejabat publik yang santun.

Kemudian ada yang patut dapat diduga karena ketakutan terseret dalam masalah hukum dari kasus pembunuhan aktivis HAM Munir antusias memamerkan keahlian mereka membunuh sesama manusia, juga terus gigih menteror dan merusak Situs KATAKAMI.

Luar biasa kalau di Indonesia ini.

Kasihan. Seakan tak ada bedanya kelakuan hewan atau binatang buas dengan orang-orang yang mengemis perhatian dari kami ini.

Kalau kata anak gaul, KECIAN DEH LO !

 

(MS)

 

 

 

Jatuh Cinta Berjuta Rasanya Bila Patut Dapat Diduga Dua Oknum Pejabat Kasmaran Pada “Perempuan Selingkuhan” Yang Sama. Busyet, Kok Tidak Tahu Malu Ya ?

TULISAN UTAMA WWW.KATAKAMI.COM
Dimuat pertama kali di KATAKAMI pertengahan Februari 2009

Kami perkenalkan BLOG baru KATAKAMI yaitu WWW.BLOGSKATAKAMI.WORDPRESS.COM

Jakarta (KATAKAMI) Hari Kasih Sayang atau yang biasa disebut Valentines Day sudah lewat. Tapi kami ingin menceritakan sebuah true story tentang pernak pernik dari “perasaan sayang”.

Pernahkah anda merasakan, bagaimana rasanya bila jatuh cinta seperti yang dikisahkan dalam lagu JATUH CINTA karya Titiek Puspa ? Apalagi misalnya, jatuh cinta pada orang yang sebenarnya sudah sangat lama anda kenal. Yang tadinya cuma berteman biasa, tetapi akhirnya ada benih cinta tumbuh di sebentuk hati.

 

Kami teringat terhadap seorang sahabat perempuan yang berstatus “jomblo”.

Entah mengapa, tiba-tiba ia mengakui sendiri bahwa ia jatuh cinta kepada seorang Pejabat. Demi kebaikan bersama, tidak akan kami muat nama dan identitasnya disini. Baik sahabat kami itu ataupun Pejabat yang ditaksirnya.

Hebatnya lagi, ia tak pernah bertepuk sebelah tangan. Kepada siapa saja ia merasa jatuh cinta dan secara agresif mendekati, maka akan jatuhlah ke dalam “kerling mata” sang perempuan.

Selama beberapa bulan, kami menjadi saksi hidup yang melihat dan mendengar sendiri seorang Pejabat saling merayu dan menunjukkan ketertarikan yang “dalam” satu dengan yang lainnya.

Untuk menghubungi sang perempuan, biasanya yang disuruh adalah ajudan tetapi menggunakan hp pribadi yang dipegang langsung oleh PIMPINAN di sebuah kantor.

Yang patut dikasihani adalah pejabat yang kacang lupa kulit … maksud kami, lupa diri ini sempat tak mampu mengendalikan dirinya didepan umum. Bayangkan, pernah di suatu hari libur nasional, pejabat ini datang ke kantornya hanya karena mengetahui si perempuan tersebut sedang berkunjung ke kantor sang pejabat untuk sebuah urusan pribadi.

Waduh. Waduh.

Pernah juga, sampai berlaku seperti anak muda yang mabuk kepayang karena secara mendadak memerintahkan diadakan acara malam tahun baru yang dilengkapi dengan live band pada pergantian malam tahun baru 2008 / 2009 yang lalu.

Sore harinya, sang perempuan ditelepon dan diberitahu agar datang karena sudah disiapkan acara pergantian tahun. Dan, sang Arjuna kabarnya – seperti yang dijanjikan saat menelepon Yuri – memenuhi janjinya untuk menyumbangkan suara emas dengan menyanyi di panggung.

Kasihan, sebab perilakunya sudah seperti orang yang lupa diri karena tentu bawahan-bawahan akan mencium keanehan dari sikap sang pimpinan.

Lama-kelamaan perasaan suka sama suka tadi, menjadi lebih dalam sekali. Barangsekali, sedalam sumur tua yang sudah kering airnya !

“Gue kangen sama si AA … lagi ingat gue gak ya ?” begitu kata si perempuan kepada kami hampir setiap malam.

Atau jika baru bertemu maka komentarnya lain lagi, “Aduh tadi si AA ganteng banget. Gue panggil AA aja kali ya, nanti kalau gue panggil Abah kayak cucunya, ntar dia marah lagi. Dikira gue ngeledek kalau dia sudah ketuaan,” kata si perempuan.

Ya memang, si Pejabat tadi memiliki 2 orang cucu perempuan.

Lama-kelamaan, si pejabat ini masih punya malu rupanya. Untuk menyembunyikan indikasi kedekatannya yang sangat berlebihan dengan seorang sahabat tadi, maka diakali agar si perempuan bisa bertamu ke kediaman dinas dan yang menemani adalah … kami !

Berbeda jauh sikapnya. Semua sudah distel agar terkesan formil. Yang biasanya cium pipi kiri kanan begitu bertemu di ruang kerja (di kantor), bila pertemuan dibuat “formal” di kediamanan dinas, maka ritual cium pipi ditiadakan.

“Kasus Bank C cukup menarik juga untuk dicermati ya. Nanti tolong diperhatikan Mbak,” kata si Pejabat kepada KATAKAMI.COM.

Dan ketika pulang, Pejabat tadi memberikan suvenir.

Di perjalanan kami bisikkan kepada perempuan yang sedang kasmaran dengan pejabat tadi, “Wah, suvenir yang dikasih kok ada nama kantor yang katanya bermasalah tadi ya. Katanya bermasalah, kok bisa-bisanya dapat “setoran begini ?” pancing KATAKAMI kepada sahabat kami tadi.

Yang ingin kami sampaikan disini adalah hendaklah setiap pejabat itu menjaga tindakan dan perilakunya di muka umum dan dihadapan seluruh bawahan.

Betapa memalukannya, jika ada pejabat yang tidak mampu mengendalikan diri dan perasaan yang salah salah alias salah arah.

Orang lain, kalau misalnya jatuh cinta saat jadi tokoh publik (publik figure) maka akan menjaga sikap agar tidak mencoreng nama baik, harkat dan martabat dirinya, keluarga dan instansi yang dipimpin.

Kami teringat lagu yang pernah dinyanyikan Titiek Puspa yang berjudul, “Jatuh Cinta”. Seperti ini jugalah yang terjadi pada sahabat kami tadi dan pejabat yang kasmaran berat tadi.

Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya

Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah

Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian oh repotnya

Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang dibelai amboi rasanya

Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Lalu sekarang, kami teringat pada penggalan kisah lain yang terjadi.

Ternyata, sahabat kami itu sudah lebih dulu “dekat dan akrab” dengan seorang pejabat lain yang patut dapat diduga dendam pada pejabat yang kasmaran pada sahabat kami ini.

Sehingga, ada indikasi bahwa perempuan ini sengaja diumpan untuk bisa memiliki kedekatan dengan pejabat tadi.

Luar biasa.

Sebuah TRUE STORY yang sangat mencengangkan dan mengejutkan. Ternyata ada kisah seperti ini didalam kehidupan. Dua lelaki jatuh cinta pada perempuan yang sama, dimana keduanya sama-sama jatuh cinta kepada “WANITA IDAMAN LAIN” alias WIL.

Kalau yang satu cuma berani sembunyi-sembunyi dan kabarnya sengaja pergi janjian dengan perempuan ini untuk pergi ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan.

Pura-puranya ada urusan yang sama-sama akan dikerjakan disana. Tetapi, sstttt, kamar di hotel bisa dibuat bersebelahan. Kami mengetahui ini dari cerita dan pengakuan dari mulut si perempuan sendiri.

 “Pas gue baru masuk, sudah ada si Bapak. Dia sudah mau main sosor ke bibir gue aja. Gue bilang, Bapak keluar ah … !” kata si perempuan saat menceritakan kepada KATAKAMI.COM.

Waduh Waduh. Tidak ada kata-kata lain yang bisa kami ucapkan, selain … waduh waduh. No comment deh ah !

Hanya ada satu nasehat sederhana, jangan karena nila setitik, maka akan rusak susu sebelanga.

Belakangan, tampaknya kedua oknum Pejabat ini mulai “agak” sadar bahwa kasmaran ala cinta segitiga ini ternyata memang sangat memalukan.

Herannya, baru belakangan keduanya menyadari bahwa perilaku kasmaran yang dipertontonkan kepada publik ini sangat tidak tepat.

Lho, kami jadi teringat pada sebuah pepatah lama, “Jangan karena kita yang tidak bisa menari maka lantai yang dibilang miring,”.

Waduh. Waduh !

Kalau anda semua penasaran, siapa gerangan mereka. Ups, kami tidak akan memberitahu. Tapi tampaknya, kedua pejabat ini suka berkantor di kawasan yang dekat dengan Pusat Perbelanjaan.

Yang satu di dekat Mal Kalibata berinisial W. Dan yang satu, didekat Mal Pasaraya Blok M berinisial BH@.

Rasanya cukup demikian saja kata kunci dari kami. Sebab, ini sekedar memberi nasehat agar dalam menjalankan tugas dan amanah dari negara agar dilaksanakan secara baik, bertanggung-jawab dan konsekuen.

Dan kadangkala, inilah salah satu seni dari JURNALIS INDEPENDEN sebab kami tahu, apa yang orang tidak tahu. Dan kami siap memberitahu, apa yang orang perlu tahu.

Harusnya, pejabat-pejabat yang patut dapat diduga SANGAT KOTOR & RUSAK moralnya seperti ini, tak pantas untuk diberi kepercayaan menjabat di posisi yang penting. Apalagi, kalau patut dapat diduga menyeret INSTITUSI yang dipimpinnya untuk menjadi TIDAK NETRAL hanya karena takut dicopot sebab berkuasa itu enak sekali.

Oh ya, kami perlu menjelaskan juga bahwa KATAKAMI tidak mengada-ada sebab kami adalah saksi hidup. Suvenir yang diberikan oknum pejabat ini kepada wartawati tadi adalah uang tunai senilai Rp. 40 juta. Padahal,  wartawati ini bekerja di sebuah media cetak yang melarang keras para wartawannya menerima uang sepeserpun juga dari NARASUMBER.

Dan untuk menutup tulisan ini, kami perlu mengingatkan kepada oknum PEJABAT tertentu bahwa patut dapat diduga sengaja MENGUSIR KATAKAMI pada pekan lalu di sebuah kesempatan lewat Koordinator Sekretaris Pribadinya karena ketakutan kepada penguasa. Padahal ketika itu, kepentingan KATAKAMI adalah menyampaikan informasi yang berguna kepada INSTITUSI-nya.

Didepan seakan-akan tak mau kenal, tetapi patut dapat diduga dibelakang layar SEJUMLAH OKNUM ANAK BUAH-nya diperintahkan untuk mengendalikan dan ikut merusak SITUS & SEMUA BLOG KATAKAMI agar pihak-pihak lain yang selama ini memang sering merusak KATAKAMI semakin terpojokkan.

Kami mengecam tindakan yang keterlaluan ini. Hentikan semua sandiwara dan kecenderungan untuk melakukan ABUSE OF THE POWER. Jangan pernah lagi merusak KATAKAMI untuk meninggikan INSTITUSI sendiri, padahal patut dapat diduga anda juga penjilat nomor satu.

Jangan pernah bermimpi mengendalikan PERS NASIONAL dengan cara yang sangat kotor dan menyimpang.

 

(MS)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.